Rulfo
pernah berkata: "Dalam hidupku ada banyak keheningan, begitu juga dalam
tulisanku." Persis seperti itulah karya ini dituliskan oleh seorang
penulis yang hanya membutuhkan dua karya untuk menasbihkan dirinya sebagai
salah satu penulis berpengaruh dalam kancah sastra dunia khususnya Amerika Latin.
Juan
Preciado beranjak ke Comala demi menepati janji kepada mendiang ibunya bahwa ia
akan mencari ayahnya, Pedro Paramo. Namun, ternyata kota itu telah lama
ditinggalkan dan hanya menyisakan satu atau dua orang penghuninya yang masih
tersisa. Berdasarkan petunjuk orang-orang yang masih tersisa itulah, Juan
Preciado mulai mencari jejak ayahnya. Selama masa pencarian, Juan Preciado
banyak mendengar suara-suara, gumaman-gumaman, dan bisikan-bisikan dari sesuatu
yang tak berwujud. Ia mendengar berbagai kisah-kisah yang mencekam dari
suara-suara yang berasal dari balik dinding, atap rumah yang rubuh, maupun batu
jalan. Semua suara-suara itu berkumpul menjadi satu hingga membuat kota itu
terbungkus oleh gema yang menyuarakan begitu banyak kepedihan, kesengsaraan,
dan cobaan hidup yang terlalu memusingkan.
Paragraf
pembuka seperti menyiratkan bahwa buku ini adalah sebuah novel perjalanan
seorang anak yang mencoba mencari letak keberadaan ayahnya, tapi ketika kita
menyelaminya lebih dalam, novel ini nyatanya lebih jauh dari itu. Juan Preciado
tidak pernah menyangka bahwa perjalanannya akan dipenuhi dengan suara-suara
kekecewaan dan isak tangis kehidupan hingga menggiringnya kepada suatu
keheningan yang memaksanya untuk tetap setia mendengar semua kisah-kisah yang
masuk ke telinganya.
Buku
ini adalah buku beraliran realis-magis pertama yang saya baca. Mulanya saya
mengira bahwa ini adalah sebuah novel mistis ketika menyadari bahwa seseorang
yang berbicara dengan Juan Preciado di rumah tempatnya menginap adalah arwah
yang gentayangan. Ketika menyelaminya lebih dalam lagi, saya semakin takjub
kepada sang penulis karena berhasil menggabungkan antara yang nyata dan yang
tak kasat mata menjadi sebuah karya yang puitis, jernih, dan mengagumkan.
Pada
akhirnya, Pedro Paramo adalah sebuah novel yang mampu memberikan kesan yang
sangat mendalam bagi para pembacanya. Bahkan Marquez pun mengagumi buku ini. Ia
mengaku bahwa ia mampu menuturkan kalimat-kalimat panjang berdasarkan ingatan
dan hafal seluruh buku. Sebuah masterpiece yang patut dibaca.
0 komentar:
Post a Comment