Saturday, June 9, 2018

Pedro Paramo, Juan Rulfo


Rulfo pernah berkata: "Dalam hidupku ada banyak keheningan, begitu juga dalam tulisanku." Persis seperti itulah karya ini dituliskan oleh seorang penulis yang hanya membutuhkan dua karya untuk menasbihkan dirinya sebagai salah satu penulis berpengaruh dalam kancah sastra dunia khususnya Amerika Latin.
Juan Preciado beranjak ke Comala demi menepati janji kepada mendiang ibunya bahwa ia akan mencari ayahnya, Pedro Paramo. Namun, ternyata kota itu telah lama ditinggalkan dan hanya menyisakan satu atau dua orang penghuninya yang masih tersisa. Berdasarkan petunjuk orang-orang yang masih tersisa itulah, Juan Preciado mulai mencari jejak ayahnya. Selama masa pencarian, Juan Preciado banyak mendengar suara-suara, gumaman-gumaman, dan bisikan-bisikan dari sesuatu yang tak berwujud. Ia mendengar berbagai kisah-kisah yang mencekam dari suara-suara yang berasal dari balik dinding, atap rumah yang rubuh, maupun batu jalan. Semua suara-suara itu berkumpul menjadi satu hingga membuat kota itu terbungkus oleh gema yang menyuarakan begitu banyak kepedihan, kesengsaraan, dan cobaan hidup yang terlalu memusingkan.
Paragraf pembuka seperti menyiratkan bahwa buku ini adalah sebuah novel perjalanan seorang anak yang mencoba mencari letak keberadaan ayahnya, tapi ketika kita menyelaminya lebih dalam, novel ini nyatanya lebih jauh dari itu. Juan Preciado tidak pernah menyangka bahwa perjalanannya akan dipenuhi dengan suara-suara kekecewaan dan isak tangis kehidupan hingga menggiringnya kepada suatu keheningan yang memaksanya untuk tetap setia mendengar semua kisah-kisah yang masuk ke telinganya.
Buku ini adalah buku beraliran realis-magis pertama yang saya baca. Mulanya saya mengira bahwa ini adalah sebuah novel mistis ketika menyadari bahwa seseorang yang berbicara dengan Juan Preciado di rumah tempatnya menginap adalah arwah yang gentayangan. Ketika menyelaminya lebih dalam lagi, saya semakin takjub kepada sang penulis karena berhasil menggabungkan antara yang nyata dan yang tak kasat mata menjadi sebuah karya yang puitis, jernih, dan mengagumkan.
Pada akhirnya, Pedro Paramo adalah sebuah novel yang mampu memberikan kesan yang sangat mendalam bagi para pembacanya. Bahkan Marquez pun mengagumi buku ini. Ia mengaku bahwa ia mampu menuturkan kalimat-kalimat panjang berdasarkan ingatan dan hafal seluruh buku. Sebuah masterpiece yang patut dibaca.

0 komentar:

Post a Comment