Monday, January 22, 2018

Tahun-tahun Cahaya dan Kisah Cosmicomic lainnya, Italo Calvino

Ada begitu banyak alasan mengapa seorang penulis mengarang sebuah karya. Sebagian orang meluapkan kepedihan-kepedihan mereka ke dalam sebuah tulisan. Tulisan-tulisan mereka umumnya menyiratkan kegelapan dan penuh kemurungan. Ernest Hemingway, F. S. Fitzgerald, dan Kafka masuk ke dalam kelompok ini. Sebagian yang lain, menulis dengan niatan untuk menghibur orang lain melalui kata-kata yang mengundang gelak tawa sehingga para pembacanya merasa terhibur ketika membaca lawakannya. Saya rasa Kurt Vonnegut dan Etgar Keret masuk ke dalam golongan ini. Sementara sebagian lainnya, menulis karena ingin mengusir kegelisahan-kegelisahannya atas pelbagai pertanyaan-pertanyaan yang muncul di kepalanya mengenai realitas tempat di mana seseorang itu berpijak. Tolstoy, Dostoyevsky, dan Italo Calvino masuk ke dalam golongan yang ketiga ini. Setidaknya begitulah menurut saya. Ini murni sebuah subjektivitas.
Semua penulis memang memiliki unsur-unsur kemurungan, kelucuan, dan kegelisahan atas fenomena yang terjadi di sekitar dalam setiap karya-karya mereka, tapi selalu ada satu macam pandangan yang melekat dalam diri seorang penulis ketika kita menyebutkan nama-nama penulis di dunia yang jumlahnya puluhan bahkan ratusan. Mengapa saya memasukkan nama Italo Calvino sebagai penulis yang masuk ke dalam golongan ketiga dan bukan sebagai penulis dengan selera humor yang tinggi? Saya rasa buku Tahun-tahun Cahaya dan Kisah Cosmicomis lainnya sedikit banyak menjawab pertanyaan tersebut. Dalam buku tersebut, Italo Calvino mencoba bermain-main dengan kegelisahannya mengenai realitas, semesta, serta sifat-sifat manusia. Dalam kata pengantar dari pihak penerjemah, cerita-cerita di dalam buku itu adalah sebuah respon dari sang penulis berkebangsaan Italia itu atas persaingan sengit yang melibatkan dua negera adidaya dunia kala itu; Uni Soviet dan Amerika Serikat.
Antara tahun 1957 – 1969 dua negara yang memprakarsai perang dingin itu saling bersaing untuk menunjukkan kepada dunia siapa yang paling kuat di antara mereka. Dan yang paling kentara adalah dalam perlombaan ruang angkasa. Perlombaan ruang angkasa melibatkan upaya perintis untuk meluncurkan satelit buatan, sub-orbital, penerbangan dengan awak keluar orbit bumi, hingga perjalanan ke bulan. Keberhasilan Uni Soviet meluncurkan satelit Sputnik 1 buatan Uni Soviet pada tanggal 4 Oktober 1957 membuat Amerika berang. Salah satu upaya Amerika untuk mengungguli musuhnya adalah dibentuknya lembaga penelitian luar angkasa yang kini kita kenal sebagai NASA. Upaya tersebut membuahkan hasil. Amerika berhasil mendaratkan komandan Neil Armstrong sebagai manusia pertama yang berhasil menjajakkan kakinya di bulan sekaligus mengukuhkan Amerika sebagai negara terkuat di dunia.
Jika kita membaca kisah-kisah dalam buku ini, kita akan mendapati bahwa cerita-cerita yang ada di dalam buku berkaitan erat dengan ruang angkasa dan segala sesuatu yang ada di dalamnya seperti bulan, cahaya, dan makhluk pertama yang menghuni bumi. Dalam kisah Jarak Bulan misalnya, dikisahkan bahwa jarak antara bumi dengan bulan hanya beberapa jengkal saja sehingga para makhluk dengan leluasa bisa memanjat bulan sesuka hati mereka. Atau dalam cerita yang menjadi judul buku ini, Italo mencoba bermain-main dengan ruang dan waktu, di mana tulisan yang terlihat di bumi baru bisa terlihat di angkasa seratus tahun setelahnya. Atau kisah tentang Dinosaurus yang telah punah beribu-ribu tahun lamanya, tapi masih menyisakan satu keturunan asli mereka yang harus hidup di sebuah zaman yang sudah sepenuhnya berubah.

Buku ini memang tergolong ke dalam karya Italo Calvino dengan pembahasan yang cukup serius. Buku ini tidak bisa dihabiskan hanya dalam sekali baca. Meski demikian, bukan Italo Calvino namanya jika ia tidak mampu menyisipkan humor-humor khas miliknya. Kelihaiannya menggali sisi terdalam manusia juga menjadi alasan mengapa karya-karyanya patut dibaca. Saya rasa, sang maestro benar-benar membuat tanggapan yang sangat elegan atas peristiwa yang terjadi di zamannya.

0 komentar:

Post a Comment